Facebook Twitter
Gratis berlangganan artikel Fajry Blog via mail, ayo gabung!
Klik Link Dibawah ini 1x Saja, Agar Iklan Tidak Keluar Lagi
Terima kasih sudah mengklik Iklan Untuk Perkembangan FAJRY BLOG
Minggu, 09 Oktober 2011

1
Sejarah dan Perkembangan Microsoft Office

Sejarah Microsoft Office
Sesuai dengan namanya, software ini diproduksi oleh perusahaan raksasa bernama Microsoft. Microsoft office pertama kali diperkenalkan pada tahun 1989.
Pada tanggal 30 Agustus 1992, Microsoft meluncurkan Microsoft Office versi 3.0. Pada versi tersebut Microsoft Office menyertakan Microsoft Word sebagai pengolah kata, Microsoft Excel sebagai pengolah angka, Microsoft PowerPoint digunakan sebagai aplikasi presentasi yang handal dan Microsoft Mail digunakan untuk menerima dan mengirim email.
Setelah populer dengan Microsoft Office 3.0, pada tahun 1995-an Microsoft kembali meluncurkan Microsoft Office 95 bersamaan waktu itu Microsoft meluncurkan sistem operasi Microsoft Windows 95. Pada sistem operasi ini Microsoft merombak total Windows versi 3.1 dan Windows 3.11 for Workgroup, perubahan yang cukup signifikan dalam sejarah sistem operais PC saat itu. Sejalan dengan pekembangan sistem operasi Microsoft Windows, Microsoft Office sendiri terus berkembang dan semakin mapan dan terus digandrungi serta digunakan oleh sebagian besar masyarakat komputer di dunia, termasuk di Indonesia.
Sampai pada tahun 2000-an Microsoft sudah meluncurkan beberapa versi Microsoft Office dan sampai saat ini masih tetap digunakan sebagai andalan aplikasi perkantoran modern. Beberapa versi dari Microsoft Office yang masih banyak digunakan saat ini antara lain Microsoft Office 2000, Microsoft Office XP (2002) dan Microsoft Office 2003.
Pada kenyataannya sampai saat ini masih banyak kemampuan Microsoft Office 2003 masih belum tersentuh oleh pemakainya. Namun sejalan dengan perkembangan teknologi dan sistem operasi yang juga terus berkembang, maka diluar dugaan Microsoft kembali akan meluncurkan Microsoft Office 2007 bersamaan dengan Windows Vista yang sebentar lagi akan hadir di tengah-tengah masyarakat komputer dunia.
Perkembangan Microsoft Office :
1. Microsoft Office 3.0. Ternyata yang pertama dirilis adalah versi 3.0. Pada versi ini hanya tersedia untuk OS Windows.
2. Microsoft Office 4.0. Dirilis pada tahun 1994. Berisi Word 6.0, Excel 5.0, PowerPoint 4.0, Mail and Access.
3. Microsoft Office 4.3. Seri ini merupakan seri dengan 16-bit yang terakhir dan juga versi terakhir yang mendukung Windows 3.x, Windows NT 3.1 dan Windows NT 3.5
4. Microsoft Office 95.Atau juga dikenal dengan versi 7.0. Versi ini menggunakan 32-bit agar cocok dengan Windows 95. Office 95 tersedia dalam dua versi, Office 95 Standard dan Office 95 Professional. Yang versi standar terdiri dari Word 7.0, Excel 7.0, PowerPoint 7.0 dan Schedule+7.0. Versi professional terdiri dari semua yang ada di standar ditambah dengan Access 7.0.
5. Microsoft Office 97. (Office 8.0), Versi ini dirilis dengan banyak fitur dan pengembangan dibandingkan versi sebelumnya. Pengenalan terhadap command bar, sesuatu hal yang baru dimana menu dan toolbar dibuat lebih mirip dengan visual design-nya. Office 97 juga memiliki fitur Natural Language System dan Sophisticated Grammar Checking. Ini versi yang pertama kalinya menggunakan Office Assistant.
6. Microsoft Office 2000. (Office 9.0) Pada versi ini bayak opsi – opsi disembunyikan. Tentunya opsi tersebut juga penting, tetapi kecil penggunaannya oleh orang awam. Jika ingin digunakan opsi ini dapat dimunculkan. Salah satunya adalah Macro. Mengapa disembunyikan? Karena bisa menyebarkan virus macro. Office 2000 adalah versi terakhir yang bisa dijalankan di Windows 95. Pada versi ini juga tidak ada Product Activation. Enak kan? Product activation mulai ada di versi selanjutnya.
7. Microsoft Office XP. Bisa disebut sebagai versi 10.0 atau office 2002, merupakan upgrade besar – besaran dengan banyak perkembangan dan perubahan. Office XP mengenalkan fitur Safe Mode. Memungkinkan aplikasi contohnya Outlook untuk bisa booting ketika terjadi kesalahan. Safe mode memungkinkan Office untuk mendeteksi, membetulkan atau mem-bypass sumber dari permasalahan system, seperti registry yang corrupt. Lalu adanya fitur Smart Tag yang memungkinkan mengingatkan user bila ada pengetikan yang salah ejaan. Tetapi pada Office ini Smart Tag hanya bisa dijalankan di Word dan Excel. Office XP juga terintegrasi dengan perintah suara dan pendiktean kata, sebaik mungkin seperti penulisan tangan. Di versi ini ada product activation. Office XP mendukung Windows 98, ME, NT 4.0. Office XP juga dikenal sebagai yang pertama untuk versi Office yang bisa berjalan baik di OS Vista.
8. Microsoft Office 2003. (Office 11.0). Sesuai namanya, versi ini dirilis pada tahun 2003. Dengan fitur logo baru. Dua aplikasi baru juga ada yaitu, Microsoft InfoPath dan OneNote. Ini versi yang pertama kalinya menggunakan gaya Windows XP beserta Icon-nya. Outlook 2003 memberikan fungsi yang telah berkembang seperti Kerberos authentication, RPC over HTTP, dan Cached Exchange Mode. Pada versi ini juga ada penyaring junk mail yang telah dikembangkan. Office 2003 merupakan versi terakhir yang mendukung Windows 2000. Versi ini juga merupakan versi yang paling banyak dipakai di Indonesia terutama untuk Rental dan Warnet dalam kurun waktu terakhir 2009.
9. Microsoft Office 2007. (Office 12.0). Versi ini dirilis tahun 2007. Memiliki fitur baru. Juga adanya Groove, sebuah aplikasi kolaborasi. Office 2007 memiliki design tampilan baru yang bernama Fluen User Interface. Lalu adanya Ribbon UI sebagai pengganti menu dan toolbar. Untuk penginstallannya membutuhkan minimal Windows XP SP 2. Pada tahun 2009 Office ini sudah banyak dipakai sekarang dan mulai menggeser kedudukan Office 2003. Indonesia memang agak lambat untuk menyesuaikan diri dengan adanya peningkatan teknologi.
10. Microsoft Office 2010. (Office 14.0). Untuk sekarang sedang dalam perkembangan. Kemungkinan dirilis adalah pada tahun 2010. Versi 13.0 dilewati karena adanya takhayul terhadap nomor 13!
Berdasarkan Peneliti Forrester, sampai bulan Juni 2009, beberapa versi dari MS office digunakan di 80% dari jumlah perusahaan yang ada.
Sabtu, 08 Oktober 2011

0
Wanita-wanita Aceh Yang telah Berperan Sejak Zaman Kerajaan Samudera/Pase, Tahun 470 – 916 (1042 – 1511 M) dan Dimasa Kerajaan Aceh Darussalam

Sesuai dengan catatan sejarah Aceh, sejak lama sudah berdiri Kerajaan-kerajaan Islam, dimulai dari Kerajaan Islam Peureulak, dengan pusat pemerintahannya di Bandar Khalifah dilanjutkan dengan berdirinya Kerajaan Samudera/Pase, dilanjutkan dengan bersatunya seluruh Kerajaan-kerajaan di Aceh dengan nama Kerajaan Islam Darussalam dengan ibukotanya Banda Aceh sekarang, dengan di tangkapnya Sulthan Alaiddin Muhammad Daud Syah II (10 Januari 1904 M). Namun rkyat Aceh tetap berjuang dan tidak mau menyerah walaupun Sulthan telah ditangkap. Secara de fakto Aceh kalah perang dengan Belanda, tetapi Aceh tidak dapat dikuasai secara yuridis/hukum, karena tidak ada penyerahan kekuasaan dari Sulthan Aceh kepada Belanda.

Selama kerajaan-kerajaan di Aceh silih berganti nama dan pusat pemerintahannya, terdapat banyak wanita Aceh menjadai pemimpin, pejuang dan politikus, yaitu Ratu (Sulthanah) sebagai politikus/anggota mahkamah rakyat dan sebagai pejuang Panglima Perangyang syahid di medan tempur.

Apabila kita telusuri dan pelajari dari catatan sejarah tersebut dapat diketahui bahwa sejak dari dulu di Aceh perempuan telah diangkat derajatnya, yaitu mempunyai hak-hak yang sama dengan laki-laki. Terbukti perempuan Aceh banyak berperan dalam pemerintahan dimasa pemerintahan Kerajaan Aceh masih berdaulat.

0
TERBENTUKNYA KERAJAAN ACEH DARUSSALAM


http://www.ruangbaca.com/img/ruangbaca_foto/2007/01/03/aceh.jpgDipenghujung abad ke-15, ekspansi bangsa Barat sangat mendominasi dan mereka beramai-ramai ingin menjajah dan menguasai Timur, terutama penjajahan  Barat Kristen, untuk menguasai Timur yang Islam.

Didorong nafsu ingin menguasai ekonomi dan mencari keuntungan besar, bangsa Eropa berlomba-lomba pergi ke Timur, terlebih lagi setelah Columbus menemukan Amerika dan Vasco Da Gama menginjakkan kaki di daratan India. Diantara bangsa Eropa yang sangat haus tanah jajahan adalah Portugis. Setelah mereka menduduki Goa di India, mereka melirikkan mata penjajahnya pada kerajaan-kerajaan kecil di pantai Utara Sumatera, seperti Kerajaan Jaya, Aceh Darussalam, Kerajaan Pidier, Pase, Tamiang dan Aron.

Untuk mencapai nafsu serakah, Portugis mengatur siasat untuk menyerang dari Negeri Malaka terlebih dahulu. Dari sana Portugis mengirim kaki tangannya ke daerah pesisir pantai utara sumatera, gunanya agar dapat menghasut masyarakat dari neger-negeri yang akan diincar agar terjadi kekacauan dan selisih paham diantara mereka, hingga pada akhirnya diantara mereka akan terjadi perang. Maka disinilah Portugis akan muncul sebagai juru damai. Apabila sudah berhasil menjadi juru damai, maka Portugis akan mudai menjejakkan kakinya di dalam negeri tersebut.

Dengan sendirinya Portugis akan dengan senang hati membantu, padahal tujuan sebenarnya adalah melakukan intevensi.

Apabila taktik adu domba masyarakat tidak berhasil, maka Portugis langsung melakukan agresi, yaitu melakukan kekerasan dengan penyerangan militer dan menduduki daerah yang diinginkannya, serta memaksa para raja yang telah menyerah untuk menanda tangani kontrak dagang dengan hak monopoli kepada mereka.

Di akhir abad ke-15 di awal abad ke-16, Portugis telah berhasil memaksakan kehendak penjajahannya kepada para raja di Pulau Kampai (Aru) Pase, Pidier dan Jaya. Dalam wilayah kerjaan-kerajaan kecil tersebut Portugis mendirikan kantor dagang dan menempatkan pasukan tentaranya.

Melihat dan mengetahui peristiwa tersebut, Panglima perang Kerajaan Islam Aceh, Ali Mughayat Syah memohon kepada ayahnya untuk meletakkan jabatan serta menyerahkan jabatan negara kepadanya.

Pada tanggal 12 Dzulhijjah 916 H (1511 M) Ali Mughayat Syah dilantik menjadi Sulthan Kerajaan Islam Aceh dengan gelar Sulthan Alaiddin Ali Mughayat Syah. Setelah resmi dinobatkan menjadi Sulthan, beliau bertekad untuk mengusir Portugis dari seluruh daratan Pantai Sumatera mulai dari Pulau Kampai (Aru) sampai ke Jaya.

Dalam pemikiran Ali Mughayat Syah, untuk mencapai cita-citanya agar berhasil mengusir Portugis, maka semua harus bersatu dan mustahil bisa berhasil selama kerajaan kecil yang masih berdiri sendiri masih membina hubungan dengan Portugis. Untuk itu, semua kerajaan kecil harus bergabung dengan kerajaannya agar menjadi kuat dan besar dan akan tercipta Angkatan Perang yang kuat dan disiplin (Angkatan Laut).

Begitu Ali Mughayat Syah dinobatkan menjadi Sulthan, beliau langsung memproklamirkan berdirinya Kerajaan Aceh Darussalam dengan wilayahnya yang meliputi Pancu sampai dengan Aru di Pantai Utara dan dari Jaya sampai Barus di Pantai Barat Sumatera dengan Ibukota Banda Aceh Darussalam. Guna terealisasi dan mencapai hasil yang maksimal, Ali Mughayat Syah segera mengambil tindakan cepat dan tegas. Beliau mengirim peringatan tegas kepada para raja di Jaya, Pidier, Pase dan Aru dengan maksud untuk segera mengusir Portugis dari negerinya masing-masing, kemudian bersatu menjadi sebuah kerajaan yang besar dan kuat.

Peringatan Ali Mughayat Syah tersebut adalah bertujuan baik, namun ditanggapi negartif oleh para raja tersebut, bahkan mereka semakin memberi keleluasaan kepada Portugis untuk menjalankan misi dagang dan penjajahannya. Sewaktu Ali menyampaikan niatnya untuk menyerang Kerajaan Jaya, ayahnya yang sudah tua melarangnya, karena masih ada hubungan saudara dan mereka adalah muslim. Tetapi Ali Mughayat Syah telah bulat tekadnya karena Portugis semakin kuat kedudukannya di Jaya.

Akhirnya, serangan mendadak dilakukan dalam waktu singkat, pasukan Portugis dan semua kaki tangannya di Jaya habis dihancurkan, dan Raja Jaya berikut Portugis lari ke Pidie. Di Pidie pun mereka dikejar oleh tentara Ali Mughayat Syah Pasukan Portugis di Pidie pun akhirnya dapat dihancurkan oleh tentara Ali Mughayat Syah. Dari Pidie pasukan Portugis bersama dengan Raja Jaya dan Raja Pidie melarikan diri ke Samudera Pase.

Pasukan Aceh (Ali Mughayat Syah) mengejar mereka ke Pase. Di Pase inilah Portugis mengalami kehancuran fatal, karena sebagian besar tentaranya terkubur di Pase. Akhirnya pasukan Portugis melarikan diri ke Malaka. Setelah selesai pengusiran Portugis, Ali Mughayat Syahkembali ke ibukota Kerajaan Banda Aceh Darussalam. Beliau mengangkat adiknya Lakseumana Raja Ibrahin menjadi Raja Muda untuk wilayah Timur, yaitu Pase dan Aru.

Lakseumana Raja Ibrahin syahid dalam pertempuran di Teluk Aru, dalam perang laut antara Armada Aceh melawan Armada Portugis. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 21 Muharram 930 H (30 November 1522). Setelah syahid,  Lakseumana Ibrahim digantikan oleh Meureuhom Jaya, yaitu ipar dari Sulthan Ali Mughayat Syah sendiri. Lakseumana Malik Uzair syahid pada bulan Jumadil Awal tahun 933 H.

Sesuai catatan sejarah, dari berbagai pertempuran laut, pasukan Aceh telah berhasil memporak-porandakan armada laut Portugis, dengan banyak gugurnya para perwira Portugis diantaranya tercatat, Lakseumana Joige De Baruto, gugur dalam pertempuran pada bulan Mei tahun 927 H, Simon De Souza, gugur dalam pertempuran pada tahun 934 H.

Setelah Lakseumana Malik Uzair syahid, Sultahn melantik Puteranya bernama Malik Abdul Qahhar, menjadi panglima perang untuk wilayah Timur dan merangkap sebagai Raja Muda di Aru.

Sulthan Ali Mughayat Syah mangkat pada tanggal 12 Dzulhijjah tahun 936 H, setelah beliau berhasil menyelesaikan program kerja utama, yaitu :
1.      Berhasil mengusir Portugis dari seluruh daratan dan kepulauan Aceh
2.      Berhasil meletakkan pondasi yang kuat bagi Kerajaan Aceh Darussalam
3.      Berhasil menciptakan bendera Kerajaan Aceh Darussalam, yaitu Alam Dzulfiqan, yang berwarna dasara merah, bulan bintang dan pedang berwarna putih

Perjalanan sejarah Kerajaan Aceh Darussalam mengalami masa-masa keemasan sejak Ali Mughayat Syah sampai pada masa Ratu Tajul Safiatuddin sejak tahun 916 – 1050 H (1511 – 1675 M). Sedangkan masa-masa kemunduran Kerajaan Aceh Darussalam adalah sejak pemerintahan Ratu Nurul Alam Naqiatuddin sampai pada pemerintahan Sulthan Alaiddin Muhammad Daud Syah, mulai 1678 – 1930 M.
Adapun Kerajaan Aceh Darussalam di masa puncak kejayaannya mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi kerajaan-kerajaan di pesisir pantai Barat Sumatera Utara mulai dari Daya, Melaboh, Tapak Tuan, Singkil, Barus/Sibolga, Banda Sepuluh, Aer Baugus, Pariaman, Padang,Natal, dan Indra Pura. Setiap negeri tersebut mempunyai sulthan sendiri.

Ke Pantai Timur Sumatera pengaruh Aceh Darussalam sampai ke Aru, Langkat, Deli, Serdang, Labuhan Batu, Bilah dan Panai, termasuk Kerajaan Siak di Riau, semuanya mempunyai raja sendiri.
Sedangkan ke Semenanjung Malaya pengaruh Kerajaan Aceh Darussalam meliputi Negeri Keudah, Parak, Trengganu dan Pahang. Bahkan Sulthan Iskandar Muda berasal dari Pahang dan juga Rtu Kamaliyah berasal dari Pahang. Kerajaan Aceh darussalam tidak ikut campur dalam sistem pemerintahan kerajaan yang ikut dalam federasi, karena masing-masing kerajaan kecil itu memerintah dengan sistemnya sendriri. Maka pihak Negara Barat sengat mudah menghasut, menfitnah dan mengadu domba diantara kerajaan-kerajaan tersebut dengan Kerajaan Aceh Darussalam, agar mereka – kerajaan kecil tersebut – bisa melepaskan diri dan terlepas dari pengaruh Kerajaan Aceh Darussalam
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Followers list

Klik Link Dibawah ini 1x Saja, Agar Iklan Tidak Keluar Lagi
Terima kasih sudah mengklik Iklan Untuk Perkembangan FAJRY BLOG

Tukar Link

Hamparan Ilahi

Blog Archive

Stats

Website Hit Counter
free counters
widgets